Strawberry

Rabu, 28 Agustus 2019

Kerajinan Rotan

Cara Membuat Keranjang Buah dari Rotan

Peralatan dan Bahan yang Dibutuhkan

1. Rotan. Belilah rotan di toko kerajinan atau toko lainnya yang menjual produk tersebut. Pastikan Anda membeli rotan yang sudah siap dianyam ya, bukan rotan mentah yang harus diolah dulu.
2. Lem Crossbond
3. Alas keranjang, kita bisa menggunakan kertas karton maupun kayu tripleks bersih. Bila Anda menggunakan karton, pastikan karton yang dipakai dari jenis yang tebal dan tidak mudah rusak.
4. Amplas
5. Hiasan tambahan agar keranjang buah makin menarik. Misalnya saja pita, renda, atau hiasan bunga
6. Kain untuk alas keranjang
7. Bahan finishing atau cat sesuai selera Anda
8. Alat tulis dan pemotong
9. Rangka untuk membuat keranjang. Misalnya saja kardus kotak atau wadah silinder

Langkah-langkah Membuat Keranjang Buah dari Rotan

Setelah semua perlengkapan dan bahan yang dibutuhkan di atas siap, ikuti langkah-langkah di bawah ini.
1. Siapkan semua alat dan bahan di tempat yang akan Anda gunakan untuk membuat keranjang buah. Pastikan tidak ada perlengkapan yang tertinggal.
2. Tentukan desain keranjang. Agar lebih mudah, buat bentuk yang simetris seperti kotak.
3. Siapkan dulu alas keranjang menurut ukuran yang Anda inginkan. Alas bisa dibuat dari karton ataupun tripleks. Bersihkan dulu dengan amplas bila diperlukan.
4. Siapkan rotan. Lakukan pengayaman mulai dari tengah. Anyaman ini akan dipakai untuk melapisi alas, jadi pastikan luas dan bentuknya sama.
5. Siapkan lem Crossbond
6. Lem alas rotan dengan anyaman alas yang sudah dibuat.
7. Angkat ke atas sisa rotan yang belum teranyam, lalu anyam kembali mengikuti rangka kotak yang Anda siapkan.
8. Lakukan pengayaman dengan rotan lain yang diposisikan horizontal dan saling silang. Pada tiap ujungnya, masukkan ke dalam anyaman dan gunakan Crossbond untuk mengelem.
9. Lakukan terus menerus sampai semua bagian rangka tertutup anyaman.
10. Angkat rangka
11. Kini Anda sudah memiliki bagian awal keranjang. Agar lebih menarik, mari lakukan finishing dan hias lebih lanjut.

Finishing Keranjang Buah dari Rotan

keranjang rotan kotak
Membuat keranjang buah dari rotan tak akan afdol tanpa memikirkan proses finishing yang diaplikasikan. Dalam hal ini, penting diingat:
1. Gunakan cat water based karena Crossbond merupakan lem water based. Pada tiap produk, sebaiknya produk kimia yang digunakan dari jenis yang sama. Penggunaan solvent based dan water based secara bersamaan bisa memberikan efek yang buruk/jelek, misalnya warna cat yang rusak.
2. Karena Anda akan memfinish keranjang buah, pastikan cat yang dipakai benar-benar aman digunakan.
Untuk warnanya, ada beberapa opsi yang bisa Anda pilih. Berikut ini beberapa pilihan finishing yang tepat untuk membuat keranjang buah dari rotan sekaligus rekomendasi produknya.

Finishing Natural Fiber

Keindahan natural fiber seperti serat alam bisa ditonjolkan dengan finishing transparan alami. Untuk produknya, gunakan sanding sealer, BioVarnish wood stain dengan warna natural pilihan, dan clear coat BioColours.

Finishing Solid Color

Meski keindahan alami rotan sudah sangat menawan, bukan berarti kita tak bisa membuat keranjang buah dari rotan yang colorful. Aplikasikan saja cat BioColours Orchid. Cat ini bisa dipakai sekali langkah dan tersedia dalam berbagai pilihan warna mulai dari ungu, hijau, biru, merah, kuning, dan lain sebagainya.

Finishing Warna Metalik

Tak jarang ada beberapa di antara pembaca yang menyukai atau menginginkan keranjang warna metalik seperti perak dan emas. Untungnya, tersedia cat water based aman yang memiliki varian warna metalik. Orchid adalah produk cat tersebut. Cat ini selain tersedia dalam aneka solid color, ternyata juga memiliki varian warna logam/metalik.

Kerajinan Bambu

1. Cara Membuat Lonceng Angin dari Bambu

Dengan cara membuat kerajinan dari bambu ini, kamu dapat menghibur diri atau relaksasi berkat suara yang dihasilkan oleh derai-derai lonceng bambu ini.
Suasana yang damai di taman, kupu-kupu berterbangan, serta suara dan nada-nada yang dihasilkan oleh lonceng bambu yang bergoyang pelan, juga hembusan angin yang bertiup sejuk, pastinya akan membuatmu berasa sedang liburan ke pulau tropis yang penuh kedamaian.
Pertama-tama, kamu perlu menyiapkan bahan-bahan dan peralatan sebagai berikut:
cara membuat kerajinan dari bambu
  • Bambu
  • Batok kelapa
  • Tali
  • Gergaji potong
  • Amplas
  • Pisau
  • Gunting
  • Bor listrik
Cara Membuat:
Nah, sekarang kita beralih ke cara membuat kerajinan dari bambu untuk membuat lonceng angin seperti berikut ini:
  1. Pilihlah bambu yang berukuran sedang. Pastikan bambu yang kamu gunakan masih sehat, tidak retak dan masih kuat.
  2. Ukur bambu kurang lebih 15-17 cm sebanyak 5 bambu.
  3. Ukur bambu lagi sepanjang 7 cm sebanyak 5 buah yang nantinya akan dimasukkan ke tiap bambu berbentuk stick kecil yang akan berfungsi sebagai ‘jangkar’ individual (masing-masing untuk tiap bambu).
  4. Potong/gergaji bambu.
  5. Bersihkan bagian dalam bambu dari serat-seratnya menggunakan pisau kecil.
  6. Bentuk bagian bawah bambu dengan melengkung (lihat gambar artikel ini) dengan jarak 8 cm dari atas bambu.
  7. Amplas bambu hingga halus.
  8. Lubangi bagian atas bambu untuk dimasukkan tali menggunakan bor listrik.
  9. Belah batok kelapa menjadi setengah lingkaran.
  10. Amplas batok kelapa hingga halus.
  11. Lubangi pinggiran batok kelapa sesuai dengan jumlah bambu untuk lubang tali.
  12. Ikat masing-masing bambu dengan tali dan sambungkan ke batok kelapa.
  13. Jika sudah, masukkan tali tadi ke lubang batok kelapa dan tarik ke atas.
  14. Buat simpul tali untuk menyatukan lonceng angin dan mengunci talian.
  15. Finishing lonceng menggunakan pelitur untuk mendapatkan hasil yang estetis dan maksimal.

Ragam Hias dalam Produk Kerajinan Kayu

Ragam Hias pada Bahan Kayu
Penempatan ragam hias pada bahan kayu dapat dilakukan pada bidang dua dan tiga dimensi. Pada bidang dua dimensi, ragam hias dapat dilakukan dengan menggambar atau melukis permukaan bidangnya. Penerapan ragam hias pada bidang dua dimensi seperti ragam hias pada ukiran kayu, dilihat dari sisi-sisi bangunan rumah adat.
Penerapan ragam hias pada bahan kayu sudah banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya daerah Jawa Tengah. Pemanfaatan kayu sebagai benda seni sudah sejak lama ada. Kayu biasanya diolah terlebih dahulu menjadi benda-benda seni tertentu kemudian diberikan sentuhan ragam hias. Ragam hias yang digunakan tidak berbeda dengan bahan-bahan lain. Ragam hias yang digunakan biasanya diambil dari unsur flora, fauna, geometris, dan bentuk-bentuk figuratif.
 Hasil gambar untuk Ragam Hias dalam Produk Kerajinan Kayu                                             Hasil gambar untuk Ragam Hias dalam Produk Kerajinan Kayu

2 dimensi                                                                                   ukiran di rumah adat tradisional


sumber
http://amishofi.blogspot.com/2017/02/ragam-hias-pada-bahan-kayu.html
https://www.dekoruma.com/artikel/71641/variasi-kerajinan-kayu


Kerajinan Kayu



Membuat Figura

Alat dan Bahan:

    frame-dari-kayu
  1. Ranting kayu
  2. Lem kayu Crossbond
  3. Karton bekas
  4. Cat kayu BioColours water based (disarankan water based agar tidak menimbulkan bau).
  5. Tripleks
  6. Kuas

Cara Membuat Kerajinan Kayu Figura

  1. Siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan.
  2. Potong ranting dengan panjang sesuai ukuran figura yang Anda inginkan.
  3. Cat ranting sesuai warna yang Anda inginkan dengan cat BioColours water based.
  4. Biarkan kering dulu.-Siapkan tripleks sesuai bentuk dan ukuran figura.
  5. Gunakan Crossbond untuk merekatkan ranting kayu pada tripleks di bagian pinggirnya.
  6. Tunggu sampai kering.

Proses Produksi Kerajinan Bahan Keras

Tahap Membuat Kerajinan Bahan Keras

Kerajinan dari bahan keras dengan contoh kayu kereta
Pada tahap pembuatannya kerajinan bahan keras tak begitu berbeda dengan kerajinan yang berbahan lunak, haya berbeda cara pengerjaannya saja, berikut tahapannya :
contoh kerajinan bahan keras
contoh kerajinan bahan keras
a. Membuat rancangan
Rancangan merupakan hal paling utama yang dilakukan setelah mendapatkan ide untuk membuat suatu kerajinan dari bahan lunak, rancangan yang bagus biasanya mapu menghasilkan yang bagus. Rancangan umumnya dibuat di suatu kertas lalu menggambarnya.
b. Siapkan alat dan bahan
Setelah di buat rancangan dibuat tahap selanjutnya yaitu menyiapkan alat dan bahan. Alat dan bahan di utamakan mempunyai kualitas yang bagus hingga akan mendapatkan hasil yang baik.
c. Membuat benda sesuai rancangan
Kemumdian siap dimulai dengan proses pembuatan, buatlah sebuah bagian dasar terlebih dahulu dari suatu kerajinan hingga dengan mudah dibentuk dan mempercepat proses pembuatan.
d. Tahap penyelesaian
Tahap akhir membuat suatu kerajinan yaitu dengan merapikan dan memberi hiasan atau beberapa tambahan lain misalnya mengecat da menghaluskan hingga meningkatkan kualitas kerajinan tersebut.

Teknik Pembuatan Kerajinan Bahan Keras

Berikut adalah beberapa teknik yang umum digunakan dalam membuat kerajinan bahan keras
1. Pengertian Teknik Cetak
2. Pengertian Teknik Patri.
3. Pengertian Teknik Grafir.
4. Pengertian Teknik Menganyam.
5. Pengertian Teknik Bubut.
6. Pengertian Teknik Las.
7. Pengertian Teknik Ukir.
8. Pengertian Teknik Etsa.

Fungsi Kerajinan Bahan Keras

Fungsi kerajinan bahan keras dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :
· Sebagai benda pakai
Karya kerajinan diciptakan dan mengutamakan fungsinya, sedangkan unsur keindahan sebagai sebuah pendukung.
Misalnya : lemari, rak buku, meja, kursi, dan lain sebagainya.
· Sebagai benda hias
Karya kerajinan yang di buat sebagai benda untuk pajangan ataupun hiasan, fungsi ini lebih mengutamakan aspek keindahan daripada aspek kegunaan dan fungsinya. Misalnya : bingkai, patung, hiasan dinding, gantungan kunci, dan lain-lain.

Contoh Kerajinan Bahan Keras

Kerajinan Logam
Kerajinan yang memakai bahan logam seperti misalnya besi, perunggu, emas, perak, dan lain-lain. Teknik yang dipakai umumnya memakai sistem cor, ukir, tempa ataupun dicetak sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Contoh kerajinan logam yang umum adalah gelas, kap lampu, perhiasan, wadah serbaguna. Logam mempunyai sifat keras, hingga pengolahannya memerlukan teknik yang tidak mudah, seperti diolah dengan teknik bakar/pemanasan dan tempa
Kerajinan Kayu
Karya kerajinan terbuat dari bahan kayu yang dikerjakan juga dibentuk dengan tatah ukir. Kerajinan ukiran lebih banyak memakai bahan baku kayu sebagai bahan utamanya. Kayu yang biasanya dipakai adalah kayu jati, mahoni, waru, sawo, nangka, dan lain-lain. Contoh karya kerajinan dari kayu yaitu meja, kursi, lemari, dan lain-lain.
Kerajinan Bambu
Beberapa teknik dalam tahap pembuatan kerajinan bambu yaitu teknik anyaman dan teknik tempel dan juga sambung. Anyaman Indonesia sudah sangat dikenal di mancanegara dengan berbagai macam motif dan bentuk yang menarik.

Jenis dan Karakteristik Kerajinan Bahan Keras

1. Bahan Keras Alam.
Bahan keras alam adalah bahan untuk karya kerajinan yang diperoleh dari alam sekitar dan merupakan sumber daya alam baik hutan, bumi, maupun perairan Indonesia. Sifatnya pejal, solid, kuat, padat, dan tidak mudah berubah bentuk. Contoh bahan keras alam yang kita kenal adalah kayu, bambu, rotan dan sebagainya.
Kerajinan yang terbuat dari benda keras memiliki kecenderungan kuat dan tahan lama bahkan bertahun-tahun lamanya. Apalagi jika dirawat dengan baik, kualitasnya tidak berubah seperti pada awalnya.
2. Bahan Keras Buatan.
Bahan keras buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah dan dicampur dengan bahan-bahan tertentu sehingga menjadi keras, dan memiliki sifat kuat dan tahan lama. 
Keragaman bahan keras tentunya memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lainnya. Dibawah ini merupakan ciri-ciri dari bahan keras yaitu:
1. Bahan Keras Alam.
Bahan keras alam adalah bahan yang berasal dari sumber daya alam, hutan, bumi, dan laut yang bersifat keras.
A. Kayu.
  • Kayu terdiri dari berbagai macam jenis, diantaranya: mahoni, pinus, jati, nangka, kelapa, lame, albasia, sungkai, kamper, meranti, dan sebagainya.
  • Masing-masing kayu memiliki ciri yang berbeda. Tetapi selain keras rata-rata memiliki serat atau urat kayu yang indah.
  • Memiliki lingkaran tahun.
  • Tahan lama dan dapat dibentuk dengan diukir.
  • Ada yang memiliki beban ringan seperti lame dan albasia, ada pula yang berat seperti jati.
  • Sebagian dapat memuat karena perubahan suhu, tidak demikian untuk kayu jati.
B. Bambu.
  • Batangnya kuat, namun akan terjadi pelapukan jika terkena air terus menerus.
  • Memiliki rongga dari ukuran 1 cm hingga 20 cm sehingga dapat dibuat sebagai wadah dalam kerajinan.
  • Memiliki ruas batang. Ruas inilah yang unik. Terkadang dalam pembuatan kerajinan sangat ditonjolkan.
  • Tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas.
  • Dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuhan.
C. Rotan.
  • Batangnya kuat, lebih kuat dari bambu. Terutama serat batangnya sangat kokoh.
  • Rotan yang dimanfaatkan sebagai kerajinan ada yang berongga dan ada yang tidak. Yang berongga mempunyai ukuran 1/2 cm hingga 1 cm. Sedangkan yang tidak berongga merupakan bagian dalam dari rotan.
  • Memiliki ruas batang namun lebih samar dibanding bambu.
  • Tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas.
  • Dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuhan.
  • Rotan memiliki bentuk yang panjang bisa mencapai 10 meter karena hidupnya menjalar dan melilit, sedangkan panjangnya selalu bertambah.
2. Bahan Keras Buatan.
Bahan keras buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dari beberapa bahan dan bersifat keras.
A. Kaca.
  • Kaca wujudnya transparan dan bening.
  • Ketebalanya bervariasi antara 1 mm-2 cm tergantung pada kebutuhan.
  • Permukaanya licin dan kilap. Jika dilukis harus menggunakan cat khusus yang dapat menempel pada permukaan kaca.
  • Kaca dapat dilebur dan dibentuk dalam kondisi panas.
B. Logam.
  • Logam terdiri dari berbagai warna, ada yang perak, emas, ada yang kemerahan/kecoklatan, dan juga berwarna perak keabu-abuan.
  • Bentuknya ada yang tebal dan berat, adapula yang pipih dan tipis lagi ringan.
  • Logam mudah terkorosi oleh udara, maka kadang dilapisi dengan krom atau lapisan emas murni. Ada pula yang melapisinya dengan cat. Oleh sebab itu perawatan pada produk kerajinan logam cukup membutuhkan perhatian agar tidak pudar.
Sumber 

Prinsip Kerajinan Bahan Keras

Pengolahan limbah keras maupun organik memiliki prinsip yang sama yaitu dengan sistem 3R yaitu reduce, reuse, dan recycle. Kita perlu mengetahui dan memahami prinsip dasar yang membangun kesadaran bahwa mend esain bahan limbah keras merupakan proses menata ulang kebermanfaatan dari sebuah produk yang telah hilang nilai gunanya. 
 Beberapa bahan keras yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua.
  1. Bahan Keras Alami Bahan keras alami adalah bahan yang diperoleh dilingkungan sekitar kita dan kondisi fisiknya keras, seperti kayu, bambu, batu, rotan dan lain-lain.
  2. Bahan Keras Buatan Bahan keras buatan adalah bahan-bahan yang diolah menjadi keras sehingga dapat digunakan untuk membuat barang-barang kerajinan seperti berbagai jenis logam, fiberglass dan lain-lain.
Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama 3R, yaitu:
1.    Mengurangi (Reduce) Meminimalisir barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
2. Menggunakan kembali (Reuse) Pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai, lalu buang.
3.   Mendaur ulang (Recycle) Barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak industri kecil dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain contohnya kerajinan.

sumber 

Rabu, 14 Agustus 2019

Sistem Instalasi Listrik

Rabu, 24 Juli 2019

Eksplorasi Instalasi Kelistrikan

Eksplorasi.id – Kondisi jaringan listrik di Desa Wonoyoso, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan mengkhawatirkan, lantaran satu pal listrik digunakan untuk menyalurkan jaringan ke 60 rumah. Sehingga, kabel listrik yang menyambung dari pal ke rumah-rumah warga sering konslet dan mengganggu aktivitas masyarakat. Padahal, sambungan listrik tersebut idealnya cukup untuk lima rumah saja.
Menurut seorang warga Faturahman yang hadir pada acara kunjungan dapil Anggota DPR RI Fraksi PKB, Bisri Romli, listrik di desanya fungsinya penting selain untuk kebutuhan rumah tangga. Sebab, lanjut dia, kegunaan listrik bagi Desa Wonoyoso, Buaran dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi, yaitu menjahit. Pasalnya, warga di sini yang berprofesi sebagai butuh jahit lumayan banyak, sehingga listrik menjadi sesuatu yang penting.
“Satu pal (tiang listrik) di sini (Desa Wonoyoso,red) digunakan untuk 60 rumah, padahal informasinya standar penggunaan hanya untuk lima rumah saja. Maka dari itu, penambahan atau penataan jaringan listrik dengan menambah tiang listrik kami usulkan,” jelasnya.
Bahkan, kata Faturahman, usulan penambahan tiang listrik di Desa Wonoyoso, khususnya di daerah RT 23,24 dan 25 sudah diusulan melalui pemerintah ketika ada musrenbang, namun belum terealisasi. Usulan itu disampaikan kepada Anggota DPR RI dari Fraksi PKB Bisir Romli hasil Pileg 2014, daerah pemilihan Jateng 10 meliputi Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Batang dan Kota Pekalongan pada kesempatan kunjungan dapil, di Desa Wonoyoso, Buaran, Jumat malam (8/4).
Eksplorasi | Radarpekalongan | Aditya
Untuk penjelasan lebih lanjut kalian bisa lihat vidio di youtube, berikut vid nya

Sumber 
https://eksplorasi.id/pln-beli-listrik-antam/5649


Model Lampu Hias

Model lampu hias dan lampu samping pada ruang tamu minimalis. Rumah minimalis merupakan model atau konsep hunian rumah yang sekarang ini makin banyak orang yang menyukai di karenakan desainya yang kecil juga banyak type dan yang terpenting tidak membutuhkan lahan yang luas. Ukuran ruang dalam rumah minimalis disesuaikan dengan luas lahan jadi jika membuat ruang bisa menyesuaikan. Ruang tamu merupakan salah satu ruang utama yang harus ada pada sebuah rumah anda. Fungsi dari ruang tamu sendiri, sebagai ruang utama yang sering digunakan untuk menerima tamu. 

Model Lampu Hias Ruang Tamu Minimalis Terbaru