Strawberry

Rabu, 17 Juli 2019

Pembuatan Produk Instalasi Listrik Rumah Tangga

Tahapan Pembuatan Papan Instalasi Listrik menggunakan sakelar
1. Perencanaan
  • Identifikasi Kebutuhan
Papan instalasi listrik menggunakan sakelar bisa dibuat dengan mengubah sebagian model papan instalasinya dan juga penempatan dan jumlah lampu yang digunakan bisa diubah sesuai selera masing-masing.
  • Perencanaan Fisik
Pembuatan berdasarkan bahan dan alat yang tersedia di lingkungan kalian, dan dibuat dengan penuh tanggung jawab dengan memperhatikan prinsip kerja.

2. Persiapan
  • Ide/gagasan
Pembuatan papan instalasi listrik menggunakan sakelar menggunakan kardus sebagai rangka bangunan. Peralatan listrik untuk rangkaiannya. Kabel sebagai penyambung arus listrik.
  • Keselamatan kerja
Perhatikanlah:
  1. Hati-hati menggunakan peralatan
  2. Perhatikan bagian-bagian instalasi listrik yang akan dirangkai dengan baik karena kesalahan akan mempengaruhi hasil rangkaian
3. Bahan dan peralatan
Bahan:
  • Lampu lombok
  • Stand lampu lombok 
  • Sakelar on/off
  • Isolasi 
  • Lem
  • Terminal sambungan kabel
  • Kabel
  • Colokan jantan
  • Dos / kardus bekas
Alat:
  • Obeng 
  • Pisau / cutter 
  • Gunting
Proses pembuatan:
1. Siapkan dos/kardus bekas, potong hingga membentuk persegi panjang 35 cm X 50 cm (sesuai ukuran dos yang dipakai) kemudian buat sketsa rumah menggunakan isolasi untuk membagi ruangan seperti gambar berikut. (bisa dibuat sesuai keinginan masing-masing).
2. Potong kabel sepanjang 15 cm yang akan digunakan sebagai kabel penghubung arus listrik (gunakan kabel serabut warna merah putih).
4. Siapkan lagi kabel serabut (warna merah putih), kemudian potong dengan panjang 4 cm sebanyak 3 potong dan pisah kabel merah dengan kabel putih menggunakan pisau atau cutter.
5. Siapkan terminal sambungan kabel yang akan digunakan untuk membagi arus listrik, kemudian potong hingga yang tersisa hanya 8 lubang.
6. Ambil salah satu potongan kabel merah dan gabung dengan kabel merah pusat arus listrik, kemudian masukkan ke dalam lubang nomor 1 pada terminal pembagi dan kencangkan bautnya.
7. Ambil salah satu potongan kabel putih dan gabung dengan kabel putih pusat arus listrik, kemudian masukkan ke dalam lubang nomor 2 pada terminal pembagi dan kencangkan bautnya.

8. Ambil kembali satu kabel merah 4 cm dan gabung dengan ujung kabel merah yang pertama, kemudian masukkan ke lubang nomor 3 pada terminal pembagi dan kencangkan bautnya.
9. Ambil kembali satu kabel putih 4 cm dan gabung dengan ujung kabel putih yang pertama, kemudian masukkan ke lubang nomor 4 pada terminal pembagi dan kencangkan bautnya.
10. Gabung lagi kabel merah 4 cm yang terakhir dan gabung dengan ujung kabel merah yang kedua kemudian masukkan ke lubang nomor 5 dan kencangkan bautnya.
11. Gabung lagi kabel putih 4 cm yang terakhir dan gabung dengan ujung kabel putih yang kedua kemudian masukkan ke lubang nomor 6 dan kencangkan bautnya.
12. Pasang ujung kabel merah di terminal pembagi pada lubang nomor 7 dan kencangkan bautnya.
13. Pasang ujung kabel putih di terminal pembagi pada lubang nomor 8.
Terminal pembagi arus listrik sudah selesai

14. Untuk membuat stand sakelar on/off, siapkan kardus/dos bekas kemudian potong dengan ukuran 2 X 3 cm dan 3 x 4 cm masing-masing sebanyak 2 buah dan lubangi sesuai ukuran sakelar on/off.

15. Oleskan lem pada kedua potongan kardus/dos ukuran 2 x 3 cm dan tempel hingga menjadi satu.

16. Pasang sakelar pada lubang potongan kardus/dos ukuran 2 x 3 cm yang sudah disatukan, oleskan lem pada bagian bawah kemudian pasang potongan kardus/dos 3 x 4 cm.

17. Untuk potongan kardus/dos ukuran 3 x 4 cm yang kedua, buat ruang untuk kabel.

18. Oleskan lem pada potongan kardus tersebut, tempelkan pada potongan kardus yang di sakelar.

Stand sakelar pertama sudah siap digunakan.
Perhatikan gambar;
19. Untuk sakelar ke-2, ke-3 dan ke-4, ulangi langkah 14 sampai 19.

20. Siapkan sakelar, atur posisi sakelar dengan terminal dan posisi sakelar dengan stand lampu, kemudian potong kabel sesuai jarak antara terminal pembagi arus dengan posisi lampu (sakelar pertama untuk ruang dapur).
21. Potong kabel biru sesuai jarak sakelar dengan terminal pembagi arus dan pisah dari kabel putih, kemudian pasang kabel biru pada sakelar. (lihat gambar di bawah).
22. Pasang ujung kabel biru yang terpisah ke sakelar dan ujung yang lainnya ke terminal pembagi arus, kencangkan bautnya (lubang nomor 1).
23. Pasang ujung kabel putih ke terminal pembagi arus dan kencangkan bautnya (lubang nomor 2).

24. Masukkan ujung kabel dari terminal dan sakelar ke lubang kardus/dos yang sudah disiapkan (lubang di bawah sakelar), kemudian munculkan kembali ke permukaan kardus/dos di lubang posisi stand lampu.

25. Siapkan stand lampu lombok dan terminal sambungan kabel, kemudian pasang kabel stand lampu pada terminal sambungan kabel dan kencangkan bautnya.

26. Pasang ujung kabel dari sakelar ke terminal sambungan kabel.

Sakelar nomor 1 siap digunakan (sakelar 1 untuk ruang dapur).

27. Untuk sakelar ke-2, ke-3 dan ke-4, ulangi langkah 20 sampai 26.
28. Pasang lampu lombok untuk setiap stand lampu.

29. Nyalakan lampu dengan cara tekan sakelar on/off.

a. Sakelar 1 untuk lampu 1 (ruang dapur)
b. Sakelar 2 untuk lampu 2 (kamar)
c. Sakelar 3 untuk lampu 3 (ruang tamu)
d. Sakelar 4 untuk lampu 4 (teras)

sumber https://www.mediamengajar.com/2018/04/membuat-papan-instalasi-listrik-menggunakan-sakelar-di-rumah-tinggal.html

Komponen Instalasi Rumah Tangga

Komponen Intalasi Rumah Tangga
1. BARGAINSER
Bargainser merupakan alat yang berfungsi sebagai pembatas daya listrik yang masuk ke rumah tinggal, sekaligus juga berfungsi sebagai pengukur jumlah daya listrik yang digunakan rumah tinggal tersebut (dalam satuan kWh). Ada berbagai batasan daya yang dikeluarkan oleh PLN untuk konsumsi rumah tinggal, yaitu 220 VA, 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA.

Memiliki 3 bagian utama yaitu :

  • MCB atau Miniature Circuit Breaker, berfungsi untuk memutuskan aliran daya listrik secara otomatis jika daya yang dihantarkan melebihi nilai batasannya.  Sakelar ini biasanya dimatikan pada saat akan dilakukan perbaikan instalasi listrik dirumah.
  •  Meter listrik atau kWh meter, alat ini berfungsi untuk mengukur besaran daya yang digunakan oleh rumah tinggal tersebut dalam satuan kWh (kilowatt hour). 
  • Spin Control, merupakan alat kontrol penggunaan daya dalam rumah tinggal dan akan selalu berputar selama ada daya listrik yang digunakan

2. PENGAMAN LISTRIK
Instalasi listrik rumah tinggal pun membutuhkan pengaman yang berfungsi untuk memutuskan rangkaian listrik apabila terjadi gangguan pada instalasi listrik rumah tinggal tersebut, seperti gangguan hubung singkat atau short circuit atau korsleting.
Terdapat dua jenis pengaman listrik pada instalasi listrik rumah tinggal, yaitu:
Pengaman lebur biasa atau biasa disebut sekering, alat pengaman ini bekerja memutuskan rangkaian listrik dengan cara meleburkan kawat yang ditempatkan pada suatu tabung apabila kawat tersebut dialairi arus listrik dengan ukuran tertentu.
Pengaman listrik thermis, biasa disebut MCB dan merupakan alat pengaman yang akan memutuskan rangkaian listrik berdasarkan panas .
3. SAKELAR
Sakelar atau switch merupakan komponen instalasi listrik yang berfungsi untuk menyambung atau memutus aliran listrik pada suatu pemghantar.
 berdasarkan tegangannya dibedakan menajdi :
  • Sakelar tegangan rendah
  • Sakelar tegangan menengah
  • Sakelar tegangan tinggi / sangat tinggi
Berdasarkan tempat dan pemasangannya dibedakan menajdi :
  • in bow adalah sakelar yang ditanam di tembok
  • out bow adalah sakelar yang dipasang pada permukaan tembok
berdasarkan fungsinya dibedakan menajdi :
  • on-off yang biasa digunakan untuk sakelar lampu
  • push-on yang biasa digunakan untuk sakelar bel rumah
berdasarkan jenis per unitnya dibedakan menajdi :
  • tunggal yang terhubung dengan beban listrik/alat listrik yang digunakan 
  • majemuk yang memiliki satu buah kenal input yang terhubung dengan sumber arus listrik, namun memiliki banyak kanal ouytput yang terhubung dengan beberapa beban/alat listrik yang digunakan.
4. STOP KONTAK
Stop kontak, sebagian mengatakan outlet, merupakan komponen listrik yang berfungsi sebagi muara hubungan antara alat listrik dengan aliran listrik. Agar alat listrik terhubung dengan stop kontak, maka diperlukan kabel dan steker atau colokan yang nantinya akan ditancapkan pada stop kontak.
5. STEKER
Steker atau Staker atau yang kadang sering disebut colokan listrik, karena memang berupa dua buah colokan berbahan logam dan merupakan alat listrik yang yang berfungsi untuk menghubungkan alat listrik dengan aliran listrik, ditancapkan pada kanal stop kontak sehingga alat listrik tersebut dapat digunakan.
6. KABEL
Kabel listrik merupakan komponen listrik yang berfungsi untuk menghantarkan energi listrik ke sumber-sumber beban listrik atau alat-alat listrik. Untuk instalasi listrik rumah tinggal, kabel yang digunakan biasanya berjenis sebagai berikut:
  • NYA, kabel jenis ini merupakan kabel listrik yang berisolasi PVC dan berintikan/berisi satu kawat. Jenisnya adalah kabel udara atau tidak ditanam dalam tanah. Kabel listrik ini biasanya berwarna merah, hitam, kuning atau biru. Isolasi kawat penghantarnya hanya satu lapis, sehingga tidak cukup kuat terhadap gesekan, gencetan/tekanan atau gigitan binatang seperti tikus. Karena kelemahan pada isolasinya tersebut maka dalam pemasangannya diperlukan pelapis luar dengan menggunakan pipa conduit dari PVC atau besi.
  • NYM, merupakan kabel listrik yang berisolasi PVC dan berintikan kawat lebih dari satu, ada yang 2, 3 atau 4. Jenis kabel udara dengan warna isolasi luar biasanya putih dan warna isolasi bagian dalam beragam, karena isolasi yang rangkap inilah maka kabel listrik NYM ini relative lebih kuat terhadap gesekan atau gencetan/tekanan.
  • NYY, kabel listrik jenis ini merupakan kabel berisolasi PVC, berintikan 2, 3 atau 4 dengan warna isolasi luarnya hitam. Jenis kabel tanah, sehingga tahan terhadap air dan gencetan atau tekanan.
  • NYMHYO, kabel jenis ini merupakan kabel serabut dengan dua buah inti yang terdiri dari dua warna. Kabel jenis ini biasa digunakan pada loudspeaker, sound sistem, lampu-lampu berdaya kecil sampai sedang.

Jenis dan Manfaat Kelistrikan

Wawasan Kelistrikan 

2. Jenis dan Manfaat

Arus listrik adalah mengalirnya elektron secara kontinyu pada Konduktor akibat perbedaan jumolah elektron pada beberapa lokasi yang jumlah elektronnya tidak sama.
Arus Listrik dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
  1. Arus Searah (DC) : Arus searah mengalir secara searah dari titik yang memiliki potensial tinggi ke titik yang memiliki potensial lebih rendah
  2. Arus Bolak-balik (AC) : Arus bolak-balik memiliki aliran arus yang berubah-ubah arahnya
Listrik muncul akibat adanya tipe fisika :
  1. Muatan listrik : sifat beberapa partikel subatomik yang menentukan interaksi elektromagnetik.
  2. Medan listrik : tipe elektromagnetik sederhana yang dihasilkan oleh muatan listrik ketika diam (maka tidak ada aluran listrik).
  3. Potensial listrik : kapasitas medan listrik untuk melakukan kerja padsa sebuah muatan listrik, yang diukur dalam volt.
  4. Arus listrik : perpindahan/aliran partikel listrik, dikur dalam ampere
  5. Elektromagnet : muatan berpindah menghasilkan medan magnetyang menghasilkan arus medan listrik. 
Banyak sekali manfaat energi listrik untuk kehidupan ini, berikut ini berbagai macam-macam manfaatnya yang kita rasakan :
1. Sebagai Penerangan
Saat malam hari, manfaat energi listrik bisa dijadikan sebagai sumber penerangan. Energi listrik bisa digunakan untuk menyalakan lampu.
2. Sumber Energi
Misalnya saja adalah sumber energi untuk menghidupkan berbagai macam peralatan rumah tangga dan juga peralatan elektronik lainnya.
3. Sarana Hiburan
Sarana hiburan bisa menggunakan energi listrik, sebabnya adalah banyak alat-alat dan media hiburan yang menggunakan energi listrik.
4. Penghasil Panas
Listrik bisa dijadikan sebagai penghasil panas, manfaat energi listrik banyak digunakan berbagai macam keperluan rumah tangga.
5. Penghasil Gerak
Misalnya saja energi listrik yang diubah menjadi energi gerak bisa digunakan untuk menggerakkan motor, mobil, kipas angin dan masih banyak lagi lainnya. Saat mengubah energi gerak dibutuhkan arus listrik untuk menggerakkan alat-alat tersebut.

sumber :

Pengertian Kelistrikan

Wawasan Kelistrikan

1. Pengertian Kelistrikan 

Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik. Ada dua jenis muatan listrik, yaitu muatan listrik negatif dan positif. Suatu benda bermuatan listrik negatif jika kelebihan elektron, dan bermuatan listrik positif jika kekurangan elektron. Secara alami, muatan listrik positif selalu mengalir dari titik berpotensial tinggi ke titik berpotensial rendah.

Aliran ini disebut sebagai arah arus listrik konvensional. Akan tetapi sebenarnya muatan listrik yang bergerak di dalam konduktor bukanlah muatan listrik positif, tetapi muatan listrik negatif (elektron) dan arah aliran elektron berlawanan dengan arah aliran muatan positif.

sumber : 




Prinsip Kelistrikan dan Sistem Instalasi Listrik

  Instalasi listrik adalah suatu sistem atau rangkaian yang digunakan untuk menyalurkan energi listrik untuk kebutuhan manusia dalam kehidupannya. Instalasi listrik garis besarnya dibagi menjadi 3 yaitu instalasi penerangan listrik, instalasi daya listrik dan instalasi jaringan listrik{didtribusi}.
Dalam pemasangan instalasi listrik harus memperhatikan dan tidak bisa lepas dari peraturan-peraturan yang merupakan pedoman untuk penyelenggaraan instalasi listrik yaitu PUIL {Persyaratan Umum Instalasi Listrik} dan IEC {International Electrotecnical Commision}
Berikut ini prinsip-prinsip dasar instalasi listrik :

1.      KEAMANAN.
Yang dimaksud keamanan adalah mempertimbangkan faktor keamanan dari suatu instalasi listrik terhadap manusia, bangunan, harta benda, makhluk hidup dan peralatan itu sendiri jika terjadi keadaan tidak normal.

2.      KEANDALAN.
Yang dimaksud keandalan adalah seluruh peralatan yang dipakai pada instalasi harus handal dan baik baik secara mekanik maupun kelistrikannya.

3.      KEMUDAHAN.
             Yang dimaksud kemudahan adalah pemasangan peralatan instalasi listrik harus mudah dijangkau oleh pengguna pada saat pengoperasian

4.      KETERSEDIAAN.
            Yang dimaksud ketersediaan adalah kesiapan suatu instalasi dalam melayani kebutuhan baik berupa daya, peralatan maupun kemungkinan perluasan instalasi.

5.      PENGARUH LINGKUNGAN.
            Yang dimaksud pengaruh lingkungan adalah dampak yang terjadi pada lingkungan sekitar dimana sistem instalasi dipasang.

6.      KEINDAHAN.
            Yang dimaksud keindahan adalah dalam pemasangan komponen listrik atau peralatan listrik harus diatur dan ditata sedemikian rupa, sehingga terlihat rapi, indah dan tidak menyalahi peraturan yang berlaku.

7.      EKONOMIS.
            Yang dimaksud ekonomis adalah biaya yang dikeluarkan dalam pemasangan instalasi listrik dapat sehemat mungkin tapi bermutu dan berkualitas yang baik.


sumber :http://elektronika-kelistrikan.blogspot.com/2018/07/prinsip-prinsip-dasar-instalasi-listrik.html

Rabu, 08 Mei 2019

Cara Membuat Office Box dari Kardus

Limbah keras adalah limbah yang berwujud keras, padat, tidak mudah berbentuk., tidak mudah diolah , dan tidak mudah terurai dalam tanah. Limbah keras terbagi menjadi 2 golongan yaitu limbah organik dari alam, dan limbah anorganik dari lingkungan sekitar yang tidak dapat diuraikan atau membusuk. Kali ini saya akan menunjukkan langkah-langkah pembuatan office box yang digunakan untuk menyimpan buku-buku, file kertas, alat tulis dan perlengkapan tulis lainnya.

BAHAN-BAHAN DAN ALAT
1. Kardus
2. Gunting
3. Cutter
4. Kertas kado/kertas hias
5. Spidol
6. Solasi bening
7. Lem G/ lem tembak/ lem kertas
8. Cat berwarna (bukan cat air)




CARA MEMBUAT
  • Bentuk kardus menjadi persegi panjang untuk alas dan bagian belakang box serta untuk bagian laci yang berbentuk balok, bentuk juga seperti segitiga untuk sisi kanan dan kiri box sesuai ukuran yang kalian butuhkan. Bentuk kardus tersebut menggunakan cutter agar lebih mudah
  • Gunting-gunting kertas kado/kertas hias sesuai bentuk kardus yang sudah kalian buat.
  •  Lalu tempelkan kertas kado/kertas hias tersebut ke kardus yang sudah kalian bentuk dengan menggunakan lem kertas/lem G agar lebih merekat.
  • Susun dan pasang bentuk-bentuk kardus yang sudah dilapisi kertas kado menjadi seperti office box dan buat juga seperti bentuk balok untuk ditaruh dibagian dalam box yang digunakan sebagai laci.
  • Rapikan hasil office box mu yang sudah terbentuk dengan menggunakan solasi bening dibagian pinggir box agar terlihat rapih dan tahan lama
  • Kalian juga bisa menghias atau merapikan box menggunakan cat namun jangan gunakan cat air agar warnanya tidak mudah luntur.